Mengapa masuk ITP? Pertanyaan yang seharusnya dipertanyakan. Tetapi, kalau boleh jujur, sebenarnya saya bingung untuk menjawab pertanyaan itu. Pada awalnya memang tidak berniat untuk masuk ITP, niatnya hanyamasuk IPB. Berhubung bingung memilih fakultas dan departemen, saya menutuskan mengambil departemen favorit dan memiliki prospek kerja yang bagus (gaya berpikir anak SMA). Berdasarkan info dari teman – teman dan para guru di sekolah, ITP memang yang paling baik di IPB. Selain itu, mahasiswa ITP terkenal pintar dan cerdas. Tapi akhirnya coba – mencoba dan saya TIDAK DITERIMA. Sedih sekali saat itu
Tulisan di atas terjadi pada tahun 2008. Karena tidak diterima di IPB, saya memutuskan kuliah di salah satu perguruan tinggi kedinasan di Yogyakarta di jurusan Kimia. Berlangsunglah kuliah 1 tahun di sana. Ada beasiswa dari Perhutani(tempat Bapak kerja) ke IPB. Kemudian saya disuruh mencoba oleh orang tua saya. Akhirnya saya pun mencoba mendaftar di ITP-IPB untuk yang kedua kalinya. Dengan ‘Bismillahirrahmanirrahim’ dikirimlah berkas itu ke Bogor. Beberapa minggu kemudian datanglah surat yang menyatakan saya DITERIMA^^ . Jadi, tahun 2009 saya masuk ITP-IPB.
Hal – hal yang mendasari saya memilih ITP kembali di tahun kedua adalah :
1. Karier lulusan ITP
Prospek untuk seorang ahli Teknologi Pangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri sangat menggembirakan. Banyak perusahaan makanan yang ada serta satu sama lain saling bersaing. Setiap produk yang mereka pasarkan harus terus dikembangkan sehingga diminati dan dibutuhkan oleh konsumen. Mereka menggunakan lulusan Teknologi Pangan dalam industri mulai level menengah sampai level manager, bahkan dapat lebih dari itu.Selain itu banyak lulusan Teknologi Pangan yang mengembangkan karier di instansi pemerintah, pusat-pusat penelitian, lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan swasta dan lain-lain. Lulusan Teknologi Pangan juga mengembangkan industri pangan secara mandiri atau berwirausaha, dan berhasil dengan baik. Perusahaan yang melibatkan lulusan Teknologi Pangan antara lain:
• PT Indofood Sukses Makmur
• PT Ultra Jaya Milk
• PT Nestle
• PT Indomilk
• PT Sierad Produce Tbk
• PT Unilever
• PT Ceres
• PT Bogasari
• PT Susu Bendera
• PT Coca Cola
• BMC dan lain-lain
( http://universitasalghifari.wordpress.com/53/ )

2. Program Studi Teknologi
Ilmu dan Teknologi Pangan IPB adalah yang pertama dan saat ini satu-satunya program studi di luar North America yang memperoleh status Approved Undergraduate Program dari IFT. Pengakuan ini membuka peluang untuk membangun reputasi dan citra Program Studi Teknologi Pangan IPB yang bercirikan tropical indigenous resources di tingkat internasional. ( http://groups.yahoo.com/group/THP-IPB/message/2654 )

3. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) telah banyak melakukan penelitian pangan yang menunjang perkembangan ilmu dan teknologi pangan di tingkat nasional. Dengan upaya pemfokusan program pada bidang keamanan dan ketahanan pangan, maka pada tahun 2004, Departemen ITP merupakan salah satu dari hanya empat (4) departemen/program studi di Indonesia yang memenangkan memenangkan hibah komepetisi B dari Direktorat Jendreral Pendidikan Tinggi, Depdinas, RI. Secara umum, program Hibah Komepetisi B ini ditujukan untuk mendukung peningkatan daya saing bangsa melalui pengembangan program unggulan (excellent) pada suatu Jurusan/Departemen di lingkungan perguruan tinggi yang mampu menghasilkan produk (berupa lulusan dan/atau hasil penelitian dan pengembangan) dengan daya saing global. Pada tahun 2008-2010, Departemen ITP kembali memenangkan hibah kompetisi untuk pengembangan Departemen melalui Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI-IPB) yang salah satu fokusnya adalah untuk meningkatkan mutu riset dan publikasi yang dapat diakui secara internasional.
(http://itp.fateta.ipb.ac.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=31&Itemid=54 )
4. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) didukung oleh fasilitas yang lengkap untuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan penelitian, yang mencakup ruang kuliah, laboratorium praktikum dan penelitian di bidang pengolahan pangan, kimia pangan, biokimia pangan, mikrobiologi pangan, dan sensori, serta laboratorium komputer. Mahasiswa juga memiliki akses untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan pusat, Pusat Informasi Teknologi Pertanian (PITP), dan fasilitas pendidikan dan penelitian di SEAFAST Center (laboratorium penelitian, ruang kelas untuk pendidikan jarak jauh, dan pilot plant pengolahan pangan).
(http://web.ipb.ac.id/~itp/id/index.php?option=com_content&task=view&id=21&Itemid=38 )

5. Kemauan dan kemampuan saya untuk selalu bersemangat dan ikhlas demi terciptanya kedaulatan pangan di Indonesia. Cita – cita saya untuk mengangkat para petani yang selalu ditindas dan diperlakukan dengan semena – mena padahal mereka sudah bersusah payah untuk memberi makan rakyat Indonesia.

Sekarang saya bersyukur bisa masuk ITP-IPB karena begitu banyak hal baru yang saya peroleh. Pertanyaan ‘Mengapa saya masuk ITP’ adalah pertanyaan awal yang mendobrak semangat saya untuk terus berjuang, tidak hanya diberi oleh ITP, saya akan berusaha memberi untuk ITP.

ayo kita naikkan rating webometrics

ipb
IPB Badge IPB Badge
Calendar
April 2017
S M T W T F S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
arsip